Alaku
Alaku
Alaku

MENARIK !!! PEMDES MAGELANG BARU Kab. Lebong LAKUKAN TOLAK BALAK DENGAN BUDAYA DAN AGAMA

  • Bagikan

Lebong, Darah Juang Online – Stabik Me’ak Na’ok Magea Ninik Puyang Tulung, U’ak Balak Kundei Awok (Uangkapan rejang untuk leluhur)
Usaha yang patut diapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah desa (PEMDES) beserta perangkat desa, Alim Ulama, cerdik pandai, masyarakat dan Pemuda Pemudi, Desa Magelang Baru Kecamatan Lebong Sakti, Ihtiar menangkal penyebaran covid-19 dengan Do’a Istighosah dan Dzikir Ratib Al Athos tujuannya selain berlindung dan meminta kepada Tuhan YME juga berharap perlindungan Keramat nenek moyang dengan memadukan budaya dengan agama.

Pemerintah desa (PEMDES) Magelang Baru mengajak lapisan masyarakat untuk beristighosah sambil berdzikir Ratib Al Athos (Dzikir Tolak Balak) dengan berkeliling kampung dengan harapan penyebaran virus covid-19 tidak berdampak dan melanda masyarakat desa Magelang Baru, Minggu (18/07) ba’da isya.

Hadir dalam acara tersebut yaitu Kades beserta perangkat, Alim Ulama, cerdik pandai, Beserta seluruh masyarakat, Linmas dan anak-anak juga diikuti oleh Mahasiswa UNIB yang lagi melaksanakan Kuliah kerja Nyata (KKN) di desa tersebut
“ Kepala desa magelang baru Hendri Witarsi menuturkan, sambil kita memohoan perlindungan kepada Tuhan tidak ada salahnya kita mengangkat kembali trasidisi yang hampir terlupakan ini, momen ini waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali budaya nenek moyang kita kepada generasi muda, siapa tahu dengan tradisi ini wabah virus corona tidak menimbulkan dampak serius kepada kita semua, tuturnya
Pantauan Media dilokasi dimana kegiatan ini dilakukan, animo masyarat sangat besar akan kemeriahan acara ini sehingga tidak hanya anak-anak, ibu-ibu sampai kaum lansiapun tidak ingin melewatkan acara tersebut disebakan acara ini langka dan jarang terjadi apalagi tujuannnya untuk bermunajat untuk menangkal penyebaran wabah virus corona yang sedang melanda dunia.

Sebelum memanjatkan do’a dan zikir, terlihat warga membakar daun-daunan, rempah-rempah depan rumah warga seperti daun sungkai, daun piung (peladang hitam), daun Serai, dan daun Kecambai, Daun sirih dan sejenisnya.

Pemandangan langka inilah yang menjadikan acara tolak balak menjadi khidmat sehingga riuh gema takbir dan dzikir menggaung keras dijalan raya sampai terdengan kedesa tetangga.

Peserta tolak balak sambil berjalan dijalan raya diikuti dengan dzikir sambil mercikkan air daun sedingin, yang telah diramu dalam ember besar yang telah dicampurkan (air,kungit ,beras dan Daun sedingin), menurut tradisi sebagai media untuk mendinginkan dan penyejuk suasana cekam dan takut yang melanda masyarakat agar supaya kekhawatiran dan kecemasan dapat terkontrol dengan yakin kepada Allah SWT

“semoga Virus Corona ini cepat teratasi agar bumi ini kembali normal, dan masyarakat merasa tenang”, tambahnya, Hendri.

“pemerintah Desa menghimbau dan mengajak masyarakat agar mematuhi Prokes (protokol kesehatan) sebagai upaya kita mencegah penyebaran virus corona disamping kita memohon kepada Allah agar wabah ini segera diangkat dan masyarakat kembali hidup normal sesuai dengan profesinya masing-masing” tutupnya . (10).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *