Kalteng, Darah Juang Online — Kembali tindakan yang tidak baik untuk dicontoh dan dilakukan sesama aparat penegak terjadi. Belum lama ini kita dihebohkan perkelahian antara oknum TNI dan Polri di Pos lantas Kota Ambon disebabkan hal sepele penilangan sepeda motor, kali ini terjadi lagi pemukulan oleh oknum TNI dari Batalyon Rider 631 Antang kepada Polwan dan anggota Polda Kalimantan Tengah pada hari Sabtu (4/12/21).
Sebagaimana informasi yang dihimpun media Darah Juang dilapangan, pada hari Senin (6/12/21) didapat informasi bahwa peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada hari Sabtu (4/12/2021). Sebagaimana pada hari tersebut seperti biasa sejak pukul 07.00 Wib s/d 12.00 Wib dilaksanakan Pam lomba orasi dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia dilapangan Barigas Mapolda Kalimantan Tengah dan pada saat pelaksanan kegiatan tersebut mendapatkan atensi untuk tetap melaksanakan patroli harkamtibmas guna pencegahan penyebaran Covid 19 level 3 berdasarkan
Sprin/KRYD/1212/X/OPS.4.5./2021.
Pada pukul 20.00 Wib s/d 22.00 Wib personel raimas melaksanakan patroli KRYD dan
menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan memberikan himbauan kepada pemilik-pemilik tempat Hiburan Malam(THM) untuk tetap memperhatikan waktu.
Setelah melaksanakan Patroli KRYD,pada pukul 22.30 Wib personil raimas melanjutkan Patroli
harkamtibmas seputaran kota Palangkaraya sesuai dengan Sprin/532/XI/OPS.1./2021/Ditsamapta. Pada
saat melaksanakan patroli tim raimas diguyur hujan sehingga IPDA DHEARNY ADVENTYA GRACE DACHI S.Tr.K. memperintahkan untuk meneduh dan melaksanakan Backup penjagaan di pos Mahir Mahar.
Pada pukul 23.30 Wib personil raimas melanjutkan patroli harkamtibmas sesuai dengan rute patroli, seperti melakukan pengecekan di Jl. Kawasan Pameran Temanggung Tilung Palangkaraya,
pengecekan disekitaran Senaman Mantikei Palangkaraya dan melakukan sambang pos penjagaan perumahan warga maupun Pejabat Umum. Sampai dengan pukul 01.00 Wib personil raimas selesai melaksanakan patroli harkamtibmas.
Pada perjalanan pulang personil raimas berpakaian dinas lengkap dan Body Vest menjumpai kerumunan ditengah Jalan Tjilik Riwut km 02 didepan O2 Café & Sport Bar. Bripda Niko Laos Risky Marselino NRP 00070552 menggunakan kendaraan R2 Suzuki DRX 200cc nomor polisi 14122 turun
melerai kerumunan perkelahian. Namun , mendapatkan perlawanan dari orang-orang yang mengaku anggota dari Batalyon Rider 631 Antang. Bripda Niko Laos Risky Marselino mendapat pukulan dibibir dan kepala bagian belakang. Serta seorang polwan bernama Bripda Tazkia Nabila Supriadi NRP 00040748
menggunakan kendaraan R2 Suzuki DRX 200cc nomor polisi 14125 mendapatkan pukulan dikepala bagian belakang dan luka memar ditangan bagian kiri.
Melihat banyaknya anggota dari Batalyon Rider 631 Antang, IPDA DHEARNY ADVENTYA GRACE
DACHI S.Tr.K. memanggil personil raimas yang Standby untuk melerai kerumunan tersebut. Saat tiba dilokasi kejadian, anggota raimas mendapatkan perlawanan berupa pukulan. Salah satu anggota raimas Bripda Sutan Rachman Saputra NRP 00030592 menggunakan kendaraan R2 KLX 250cc nomor polisi
14154 mendapatkan pukulan dikepala.
Demi keselamatan anggota, IPDA DHEARNY ADVENTYA GRACE DACHI S.Tr.K. menarik mundur anggota raimas untuk melaporkan kejadian tersebut ke Provos Batalyon Rider 631 Antang. Namun, tim raimas tidak mendapatkan respon baik dari piket jaga Provos Batalyon Rider 631 Antang mereka malah tertawa sambil bermain game dan menyebutkan bahwa anggota mereka tidak ada yang keluar pada
malam itu(5/12/2012). Setelah itu, saat anggota raimas masih berada di Batalyon Rider 631 Antang anggota Batalyon Rider 631 Antang berdatang dari O2 Café & Sport Bar. Saat Bripda Sari Julianti NRP 01070417 merekam anggota Batalyon Rider 631 Antang yang berdatangan masuk ke Batalyon sebagai barang bukti diancam Provos Batalyon Rider 631 Antang akan memecahkan Handphone Bripda Sari
Julianti dan salah satu anggota dari mereka juga mengancam akan memperpanjang kasus tersebut.
Setelah itu,dikarenakan tidak mendapatkan respon baik dari piket jaga Batalyon Rider 631
Antang. IPDA DHEARNY ADVENTYA GRACE DACHI S.Tr.K. memerintahkan anggota raimas untuk kembali ke mako Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah dan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan. Dan pada saat patroli-patroli sebelumnya anggota raimas sering menemukan anggota Batalyon
Rider 631 Antang terlibat keributan di Jalan Yosudarso seperti yang terjadi pada tanggal 26 November 2021 pukul 01.50 Wib, 2 Desember 2021 pukul 02.30 Wib. Tetapi anggota raimas berhasil melerai dan mengamankan dilokasi tersebut. Dikarenakan mereka sering terlibat keributan dimasyarakat dan dengan adanya kejadian kekerasan terhadap anggota raimas yang sedang bertugas sehingga IPDA
DHEARNY ADVENTYA GRACE DACHI S.Tr.K. melaporkan hal tersebut kepada pimpinan.
Dalam Info terakhir Danyon raider sudah minta maaf kepada Dir Sabhara tapi Dir Sabhara tidak memaafkan karena yang dipukuli polwan dan akan melaporkan hal tersebut kepada Panglima TNI. (12)

















