Banjarbaru, Darahjuang.online – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan menggelar pasar murah di 13 kabupaten/kota.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Program pengendalian inflasi itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, secara daring dari Jakarta, Senin (18/5/2026).
Rakor diikuti seluruh kepala daerah dan instansi terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.
Dalam arahannya, Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional April 2026 secara year-on-year berada di angka 2,26 persen. “BPS sudah merilis inflasi year-on-year April 2026 sebesar 2,26 persen.
Angka ini cukup bagus karena relatif mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” ujarnya.
Selain itu, Tito juga menyebut inflasi month-to-month April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen atau menurun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,41 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator positif terhadap stabilitas harga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik awal Mei 2026, inflasi year-on-year Kalimantan Selatan berada di angka 3,67 persen. Sedangkan inflasi month-to-month mengalami deflasi sebesar minus 0,04 persen dengan komoditas utama penyumbang yakni daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.
Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Setdaprov Kalsel, Idris, mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi inflasi di daerah.
“Alhamdulillah inflasi kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya pengendalian inflasi yang dilakukan bersama SKPD dan instansi terkait cukup berhasil,” kata Idris.
Idris juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konsumsi berlebihan menjelang Hari Raya Idul Adha. Menurutnya, pola konsumsi yang bijak sangat penting agar tidak memicu lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Adilla Redhayanti, menyampaikan bahwa pasar murah masih terus berjalan di sejumlah daerah di Kalsel.
“Komoditas seperti MinyaKita, gula, tepung dan teh kami ambil langsung dari distributor dan dijual dengan harga yang sama tanpa kenaikan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.(14).
Pasar Murah Pemprov Kalsel Jadi Langkah Tekan Inflasi Jelang Idul Adha

















