Alaku
Alaku
Alaku

Peringati BBGRM Ke-XX dan HKG PKK Ke-51, Gubernur Jatim: Kasih Sayang Penting dalam Penanganan Stunting

  • Bagikan

MADIUN, Darahjuang.online — Permasalahan stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, protein atau pun kalori, melainkan juga dapat disebabkan oleh kurangnya kasih sayang. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XX dan Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-51, di Pendopo Ronggo Djomeno, Caruban, Kabupaten Madiun, Minggu (16/7) malam.

“Ternyata problem stunting itu tidak hanya disebabkan dari asupan gizi yang rendah, melainkan juga karena kurangnya kasih sayang. Pada skala inilah sudah mulai ada redefinisi pola kehidupan, bahwa agar asupan itu bisa diberikan dengan proporsional dan baik selama kehamilan hingga pasca melahirkan. Maka, kasih sayang bapak kepada sang ibu tidak boleh berkurang,” tutur Khofifah.

Gubernur Khofifah juga meminta agar pada setiap calon keluarga yang akan melakukan pernikahan dapat lebih diperhatikan supaya terlaksana dengan lebih seksama.

“Saya ingin kepada para Tim Penggerak PKK, guru-guru PAUD, parenting, Posyandu, KUA, dan tim dari kecamatan yang berseiring dengan Danramil, agar bersama-sama menyiapkan anak-anak Jawa Timur dapat bertumbuh kembang dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Ini bukanlah hal yang sederhana yang tidak sekedar stunting diintervensi dengan asupan gizi, namun ternyata ada faktor yang cukup kuat pengaruhnya dan itu adalah kasih sayang. Jadi, silahkan mem-break down apa saja kegiatan yang tepat dilakukan masing-masing desa melalui Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, dan bidan desa,” ujarnya.

Faktor kurangnya kasih sayang pada bayi, kata Gubernur Khofifah, juga bisa dilihat pada proses pengukuran panjang bayi di Posyandu. Bahwa, ketika pengukuran panjang tersebut bayi yang menangis kakinya akan sedikit terlipat, sehingga mempengaruhi hasil pengukuran panjangnya.

“Ini juga yang akan mempengaruhi angka-angka stunting selama ini di Indonesia. Oleh karena itu, kalau target nasional pada 2024 mendatang 14 persen, perasaan saya kita bisa melampui itu lebih cepat lagi. Jadi, tolong bersama-sama kita seiringkan melalui momentum BBGRM ini,” sebut Khofifah.

Khofifah menganjurkan, agar BBGRM ke depan bisa disinergikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada perguruan-perguruan tinggi. “Program BBGRM seperti ini bisa disinergikan dengan program KKN yang lebih komprehensif. Karena kalau KKN ketemu program seperti ini, saya rasa dunia perguruan tinggi juga akan menyambut dengan baik,” terangnya.

Kemiskinan Ekstrim

Terkait kemiskinan ekstrim, Gubernur Khofifah mengimbau kepada para kepala daerah, Bupati dan Wali Kota, agar melakukan penurunan kemiskinan ekstrem secara signifikan.

“Per semester satu 2022, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur tinggal 1,8 persen. InsyaAllah dengan kerja keras kita semua, saya ingin ini kita jadikan target BBGRM. Bahwa satu bulan ini kita bisa menurunkan kemiskinan ekstrem lebih signifikan lagi,” imbau Khofifah.

Khofifah mengajak, agar melakukan penyisiran terhadap rumah-rumah tidak layak huni. Selain itu, untuk mengintervesikannya bisa bersinergi dan berseiring dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

“Mari bersama-sama kita lakukan penyisiran pada rumah yang tidak layak huni. Untuk intervensinya saya rasa di setiap Kabupaten/Kota memilik Baznas yang punya program berseiring pada proses penurunan stunting dan proses penyiapan rumah tinggal layak huni. Termasuk hindari MCK Komunal sedapat mungkin, MCK tidak harus berbasis rumah tangga, hal-hal yang sepertinya sederhana inilah yang menjadi pemicu dari kemungkinan terjadinya penyakit menular,” ajaknya.

Karena diketahui dalam puncak peringatan BBGRM ke-XX dan HKG-PKK ke-51 ini juga diserahkan penghargaan kepada Desa dan Kelurahan yang menjadi Pelaksana Gotong Royong terbaik, Khofifah menilai, hal tersebut dapat menunjukkan seluruh kekuatan positif dan produktif di daerah masing-masing.

“Saya rasa seluruh daerah memiliki keunggulan kompetitif maupun keunggulan komparatif, seperti desa di Trenggalek, di Pacitan, dan di Madiun yang mendapat penghargaan. Dengan segala hormat bahwa format intervensi penanganan dari desa tertinggal menjadi desa berkembang, maju dan mandiri, konsep itu oleh Kementerian PDT diambil dari Kabupaten Madiun,” kata Khofifah.

Peringatan BBGRM juga bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Madiun yang ke-455. Maka, Gubernur Khofifah berharap semoga semuanya berseiring dengan keberkahan yang Allah turunkan kepada Kabupaten Madiun, maupun Provinsi Jawa Timur, dan negara Indonesia.

“Bersama – sama kita akan memulai Bulan Bhakti Gotong Royong yang ke – XX di Jawa Timur. semua bergerak bersama, dan Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-51 juga akan kita gerakkan bersama. Marilah kita mulai dengan membaca Bismillah,” ucap Khofifah.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan bahwa puncak peringatan BBGRM dan HKG-PKK ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Madiun yang ke-455. “Di Kabupaten Madiun ini kegiatan gotong royong, memang kita butuhkan. Makanya saya senang sekali ketika Madiun ditunjuk menjadi tempatnya puncak BBGRM. Karena yang terjadi di lapangan itu, ketika bencana InsyaAllah kesadaran semuanya dalam bergotong royong itu cukup tinggi sekali,” ungkap Ahmad Dawami.

Akan tetapi dalam hal mitigasi bencana, Dawami membeberkan masyarakat masih sulit diajak untuk melakukannya. “Jadi masih perlu kita dorong. Dan BBGRM adalah satu-satunya di Indonesia khususnya di Jawa Timur yang masih diadakan acara seperti ini. Maka kami dari Kabupaten Madiun mohon untuk tetap dipertahankan Bulan Bhakti Gotong Royong, agar semangat gotong royong tidak hilang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 118/263/KPTS/013/2023, adapun Pelaksana Gotong Royong Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 yang menerima penghargaan ialah, terdapat lima kategori desa dan tiga kategori kelurahan. Lima kategori desa tersebut antara lain:

  1. Terbaik kesatu, Desa Wonosidi Kec.Tulakan Pacitan
  2. Terbaik kedua, Desa Kedondong Kec.Kebon Sari Madiun
  3. Terbaik ketiga, Desa Cinandang Kec.Dawarblanding Mojokerto
  4. Terbaik keempat, Desa Sumberdim Kec.Wonosari Malang
  5. Terbaik kelima, Desa Suruh Kec.Suruh Trenggalek

Sedangkan untuk kategori Kelurahan :

  1. Terbaik kesatu, Kelurahan Gayungan, Kec.Gayungan Surabaya
  2. Terbaik kedua, Kelurahan Bendo Kec.Kepanjenkidul Blitar
  3. Terbaik ketiga, Kelurahan Mimbaan Kec.Panji Situbondo. (09)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *