Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Pluralisme VS Intoleransi di Kampus oleh Lanai Damkuba

“Pluralisme VS Intoleransi di Kampus”

oleh Lanai Damkuba

Alaku

Sebagai sebuah negara kesatuan yang majemuk Indonesia terdiri atas berbagai ragam suku, bangsa, adat istiadat ,agama dan kebudayan.Kita menempatkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dan dasar negara.

Namun sunguh disayangkan di dalam negara yang plural kerap kali muncul kelompok-kelompok intoleran yang merasa paling benar dan apabila kelompoknya diangap salah langsung memberi label kafir, musrik dan lain-lain sebagainya, merasa paling sempurna serta membuat sekat-sekat dengan kelompok lain. Implikasi nya adalah muncul gesekan antara sesama, mahasiswa berbasis kelompok etnis ras dan keagamaan.

Kelompok radikal dan intoleran didalam kampus biasanya memiliki ciri dan karakteristk tertentu, tidak mau beribadah dengan kawan lainya, mengkafirkan orang yang tidak sepaham, membatasi pergaulan secara sepihak bahkan sampai meningalkan kuliah.

Kampus-kampus negeri menjadi tempat terfavorit menyebarkan ajaran-ajaran radikalisme karena kelompok radikal tidak bisa bergerak bebas di sekolah-sekolah muhamadiyah atau nahdatul ulama karena mereka secara tegas menolak radikalisme dan pemahaman intoleran.

Berdasarkan data dari Setara Intstitut pada tahun 2019 yang lalu, ada 10 kampus terpapar radikalisme bahkan terjadi dikampus-kampus besar seperti Univeritas Indonesia (UI), Univeritas Gadjah Mada (UGM), Univeritas Airlanga (UNAIR), Institute Teknologi Bandung (ITB) dan kampus besar lainya.

Menjadi bahaya kemudian kalau sampai paham-paham intoleransi tumbuh dan berkembang dikampus, membuat sekat-sekat antar kelompok, mempolitisasi keyakinan, menjual dogma – dogma ketuhanan demi Kepentingan, tidak jarang juga menjegal lawan politik dengan agama dan keyakinan (kecurangan ), terkadang kelompok intoleran ini menutup diri terhadap perkembangan zaman padahal mereka juga menikmati nya. Lebih bahaya lagi ketika organisasi kemahasiswaan dipimpin oleh kelompok-kelompok intoleran.

Penanaman idelogi pencasila menjadi sangat penting bagi mahasiswa terkhusus nya mahasiswa baru yang rentan terpapar radikalisme dengan slogan-slogan propaganda yang dapat memecah belah budaya masyarakat kita yang plural.

Jumlah kelompok-kelompok radikal ini mungkin tidak sebanding dengan kelompok masyarakat kita yang plural dan menghargai perbedaan tetapi kita juga harus waspada guna mencegah teman dan saudara kita terpapar radikalisme.

Selasa, 13 Desember 2022. (Red 12)

Respon (1)

  1. Belajar ngaji lagi ya dek…dengan narasimu sepertilah yang mengundang kekacauan antar beragama. Emang saya tahu umur segini lagi lucu-lucunya xixixi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *