Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Prihatin Warga Sungai Lisai. Anggota Dewan Provinsi Bengkulu sampaikan hal penting pada Pemerintah

Nasional, Darah Juang Online — Keprihatinan ini hadir setelah anggota DPRD Provinsi yang juga Ketua Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Provinsi Bengkulu, Suimi Fales, SH, MH yang baru saja pulang setelah mengunjungi desa Sungai Lisai.

Menurutnya, Desa Sungai Lisai yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) sangat terisolasi dan ironis sebagai bagian warga Provinsi Bengkulu.

Alaku

“Lebih kurang ada 89 Kepala Keluarga (KK) yang hanya memiliki akses jalan setapak untuk menuju ke Kabupaten Lebong melalui desa Sebelat Hulu, dengan menempuh waktu hingga 5 jam perjalanan.” Ungkabnya. Selasa (24/1/22)

Sebenarnya, untuk akses keluar desa dapat menggunakan kendaraan bermotor, namun itu hanya dimiliki warga SL itupun harus sudah dimodifikasi. Jelasnya.

Hal yang ironis, tambah Wan Sui sapaan akrab Suimi Fales, terkait layanan kesehatan. “Perna ada orang yang sakit, ketika dibawa dengan cara digotong, meninggal diperjalanan. Sehingga terpaksa dibawa pulang dan dimakamkan. Bagi warga SL apabila mengalami sakit kritis dan membutuhkan penanganan cepat, hal ini menjadi kekhawatiran terbesar masyarakat.” Terangnya.

Terkait fasilitas lain, kata Wan Sui, sarana listrik alhamdulillah saat ini sudah ada menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga air sungai sehingga bisa menerangi rumah warga. Selain itu, terdapat 1 sekolah dasar (SD) namun bagi anak yang ingin melanjutkan sekolah terpaksa keluar Desa dengan akses jalan yang sangat berat dan jauh.

Atas hal tersebut, Wan Sui menyampaikan, agar pemerintah dapat memberikan perhatian serius bagi warga disana.

Harapnya, salah satu cara untuk menyelamatkan warga desa SL, adalah merealisasikan wacana jalan tembus Lebong tepatnya Sebelat Ulu – Sungai Lisai – Merangin. Terang Politisi PKB Provinsi Bengkulu ini.

Walaupun terkendala kawasan TNKS. Suimi berharab, melihat kondisi masyarakat disana sangat memprihatinkan dan terisolasi.

“Walaupun itu kawasan TNKS, namun Pemerintah Daerah harus memikirkan juga ada 89 KK yang hidup disana.” Tutup Wan Sui. (12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *