Barito Kuala, Darahjuang.online – Warga Ray 5, Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan poros yang hingga kini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Akses utama yang digunakan masyarakat sehari-hari itu disebut telah puluhan tahun dalam kondisi memprihatinkan.
Seorang perwakilan warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan terdapat dua ruas jalan di wilayah tersebut, yakni jalan lama dan jalan baru. Menurutnya, jalan lama yang menjadi akses utama warga belum pernah mendapatkan pengaspalan sejak sekitar tahun 1961.
“Di sini ada dua jalan, yaitu jalan utama dan jalan baru. Jalan utama dari tahun 1961 hingga kini belum pernah diberikan pengaspalan. Kemudian dibangun jalan baru yang sempat diaspal sekitar tahun 2013, tetapi mengalami kerusakan parah saat banjir tahun 2021. Sebelum ada penimbunan swadaya masyarakat dan bantuan dari pihak partai, jalan ini sangat sulit dilalui. Kami kesulitan melewati jalan ini,” terangnya, Rabu (1/7/2026).
Ia menuturkan, kerusakan jalan semakin terasa saat musim hujan maupun banjir. Kondisi tersebut, kata dia, kerap menghambat aktivitas masyarakat, termasuk ketika harus membawa warga yang sakit maupun saat mengantar jenazah.
Perwakilan warga itu mengaku telah tinggal di Desa Tabing Rimbah sejak lahir. Selama kurang lebih lima dekade, menurutnya, kondisi jalan tidak mengalami perubahan yang signifikan.
“Saya lahir di sini sampai sekarang umur sekitar 50 tahun, jalannya masih begini saja. Dulu memang pernah diaspal, tetapi setelah banjir tahun 2021 aspalnya rusak dan hilang,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan material urukan yang diterima melalui usulan pokok pikiran (Pokir) dan disalurkan oleh Partai NasDem.
Namun, bantuan tersebut dinilai belum mampu menuntaskan perbaikan seluruh ruas jalan yang panjangnya diperkirakan mencapai 2,8 kilometer.
“Ada bantuan urukan yang diberikan, alhamdulillah membantu, tetapi masih ada ruas jalan yang belum tertangani dan belum tertutup karena masih kurang bahan materialnya,” tuturnya.
Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan aspirasi mengenai perbaikan jalan kepada pemerintah desa. Namun hingga kini, mereka mengaku belum mengetahui sejauh mana tindak lanjut atas usulan tersebut karena belum terlihat adanya pembangunan.
“Kami tidak tahu apakah usulan itu sudah ditindaklanjuti atau belum. Yang jelas sampai sekarang belum ada pembangunan. Harapan kami jalan ini diperbaiki agar masyarakat lebih mudah beraktivitas dan anak cucu kami bisa menikmati jalan yang layak,” ucapnya.
Selain dimanfaatkan warga Desa Tabing Rimbah, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur akses penghubung menuju sejumlah wilayah lain serta akses menuju jalan poros utama. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut mengingat fungsinya yang vital bagi mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.(14).


















