Rapat Pembentukan Koperasi Mentaya Sejahtera Bersama Pasar PPM Sampit
Sampit, Darahjuang.online – Sosialisasi dan Rapat Pembentukan Koperasi Mentaya Sejahtera bersama Pasar Pusat Pembalanjaan Mentaya (PPM) Sampit dilaksanakan di halaman Pasar PPM Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (30/11/2024).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian, Pengurus Pasar, Kapolsek Ketapang, dan Pedagang Pasar PPM.
PLT Dinas Perindag Koperasi UMKM Kabupaten Kotim Fahruji menyampaikan, ”Pengurus koperasi ini adalah orang yang terhimpun dari pada pedagang yang ada di pasar PPM itu sendiri, jadi mereka nanti bisa tahu manfaat dari apa yang dilakukan, untuk memberikan kesejahteraan ataupun manfaat untuk para pedagang yang ada di pasar itu sendiri”. Ucapnya.
Kegiatan ini kita lakukan untuk bisa seperti yang di daerah-daerah kota besar pemanfaatan nya dari pada koperasi ini, karena koperasi adalah sebagai payung payung hukum dalam tata kelola pasar, mulai dari misalnya seperti parkir yang saat ini masih terus marut yang tidak dipercerai efektif dan tidak ada manfaat yang diterima dari oleh para pedagang yang di dalam itu sendiri.
Maka dari itu, saya menghimbau kepada para pengurus pasar, coba bentuk koperasi nanti baru diajukan ke Dinas Perhubungan dalam proses penetapan, karena ini milik pasar insya Allah nanti pasti mungkin koperasi yang akan ditunjuk oleh pihak perhubungan, kata Fahruji.
Selain itu, apa bisa kita mengoptimalkan hasil-hasil apa yang di dalam pasar itu sendiri, sehingga kembali kepada pengurus koperasi itu sendiri, nantinya dalam bergerak secara maksimal menghimpun apapun untuk menjadi sebuah pendapatan yang menarik kesejahteraan untuk untuk para pedagang yang ada di pasar PPM nantinya.
Salah satu informasi yang mungkin bisa kita sampaikan mengenai kondisi pasar PPM, kita sama melihat dan memaklumi yang sangat-sangat tidak pernah tersentuh oleh pemerintah, kita berupaya juga melalui langkah-langkah yang kita lakukan melalui pihak DPRD sebagai wakil kita semua untuk memberikan bagaimana menjadi kontribusi mereka dalam memperhatikan apa yang menjadi keinginan dari pada orang-orang di dalam masyarakat yang ada di pasar PPM itu sendiri.
”Perlu pembenahan adanya tata kelola Pasar Ikan, Parkir, Sampah dan bangunan Lantai atas pasar, sehingga jadi perihatin kita semua”. Lanjutnya.
Kemarin di dalam pembahasan 2025 kita berupaya semaksimal mungkin dan kita menyampaikan beberapa item-item prioritas tetapi segala sesuatunya kembali kepada kemampuan keuangan daerah.
Kami dari dinas kemarin berupaya untuk beberapa item untuk tata kelola lainnya, seperti sampah, disini kita terkendala alat angkut sampah, kemarin kita tahu alat-alat sampah di pasar PPM yang dilakukan oleh pihak DLH itu sendiri yang cukup tidak layak pakai.
Tidak hanya itu, kemarin beberapa kali sudah kita ambil alih dari dinas berapa kali adanya angkutan menggunakan pick up, karena adanya prosesnya alat pengangkutan sampah mengalami kerusakan luar biasa.
”Nanti kami ada keinginan untuk membelikan angkutan Tosa baru, agar sampah yang ada di pasar PPM ini bisa kita lakukan dengan baik”. Terangnya.
Nanti mungkin kita serahkan juga bagaimana tata kelolanya, agar alat pengangkut sampah bisa terjaga dengan baik, dengan adanya koperasi ini agar bisa membantu adanya nya kendala-kendala kepada para pedagang.
Kita mencoba beberapa cara atau berapa pola yang bisa kita lakukan bagaimana kita saling berkomunikasi, sehingga pasar PPM ini bisa diminati kembali oleh masyarakat Kotim, sayang sekali infrastruktur yang luar biasa sudah dibangun pemerintah daerah tetapi tidak terawat secara maksimal.
Sehingga apa yang sebenarnya bisa mempunyai kontribusi baik untuk pemerintah daerah sangat-sangat kita prihatin, apalagi kami dari dinas di saat kami perintahkan penagih retribusi, tidak punya perhatian dalam pembenahan di pasar.
Kami sebenarnya ada pertimbangan di samping penerimaan daerah, ada juga konstruksi balik dari pemerintah dalam upaya memperbaiki infrastruktur pasar sehingga keinginan dari pada para orang-orang luar untuk melihat Pasar PPM semakin banyak diminati para pengunjung, sehingga daya beli orang tinggi keinginan.
Kita sangat berharap pasar PPM bisa lebih baik lagi, apa lagi ini pengaruh adanya era zaman digital ini banyak sekali tantangan yang kita hadapi terutama karena sekarang serba digital online, tetapi banyak contoh-contoh pasar tradisional yang ada di Jawa masih bisa bertahan walaupun pasar online selalu ramai dan bisa berpengaruh, tapi mereka tetap menjaga dan memperhatikan sekali bagaimana sehingga orang punya keinginan berkunjung ke pasar, ucap Fahruji.
Kami dari pihak dinas sudah melihat keadaan pedagang, saya pengin sekali vitalisasi pasar ini bukan hanya infrastruktur, tetapi bagaimana pasar-pasar yang sudah banyak tutup ini, bisa aktif kembali, karena adanya pedagang yang tutup, sehingga pasar PPM terlihat tidak punya makna.
Saya berharap, tata kelola pasar ini kita kembalikan kepada koridornya secara benar, dengan dikelola oleh pengurus koperasi itu sendiri, sehingga pengelolaan pasar tertata dengan baik, imbuhannya. (07)


















