Alaku
Alaku
Alaku Alaku

RIBUAN PPNPNS BAWASLU MENOLAK REKRUTMEN PPPK

Nasional, Darah Juang Online — Kurang lebih 1000 orang staff PPNPNS yang bekerja di Bawaslu (Bawaslu secara nasional, red), tergabung dalam Forum Komunikasi Pegawai Honorer Bawaslu Se-Indonesia menolak menolak diadankanya rekrutmen PPPK Bawaslu. Senin (2/1/23)

Hal ini, berdasarkan informasi yang awak media Darah Juang terima, disampaika Koordinator Forum, Rahmad Gumelar dalam sebuah group WA bernama FKPH BAWASLU RI “Penolak ini, mengingat tidak memperhatikan waktu pengabdian, dan pengalaman PPNPNS Bawaslu sebelumnya yang masih terikat kontrak hingga 31 Desember 2022 kemarin,” ujarnya.

Alaku

Lebih lanjut dijelaskan “pasalnya di awal tahun ini telah terbit surat Evaluasi dari Plt Sekjen Bawaslu RI nomor 2518/KP.01.00/SJ/12/2022 yang menyatakan _“Penandatanganan kontrak PPNPN tahun 2023 dilaksanakan pada masing-masing Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Provinsi dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota dengan batas akhir kontrak pada 28 November 2023”_ itu aritnya pada tahun berikutnya pada saat masa krusial Tahapan Pemilu tidak ada lagi yang Namanya PPNPNS di tubuh Bawaslu,” katanya.

Hal ini, Rahmad menambahkan “akan digantikan oleh PPPK yang belum tentu mempunyai daya guna dan kinerja yang sudah terlatih mengenai tugas Pokok Bawaslu.” Terangnya.

Hal demikian diperparah dengan formasi kebutuhan PPPK di Bawaslu tidak memperhatikan formasi untuk para PPPNS yang telah berpengalaman, terdidik dan dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya selama mengawal demokrasi di bawaslu.

Terlebih apabila diperbandingkan dengan rekruitmen PPPK kamar sebelah (KPU) sikap keberpihakan terhadap tenaga honorer / PPNPNS sangatlah dipertimbangkan dengan memperhatikan rekam jejak dan pengalaman dalam menjalankan tugas pokok penyelenggaraan Pemilu.

Heranya hingga saat ini Bawaslu masih belum memberikan sikap yang jelas dan kepastian terhadap PPNPNS yang ada, padahal dapat kita ketahui bersama jika November 2023 merupakan tahapan krusial dalam Pemilu, sedangkan jantung Gerakan Pengawasl demokrasi bangsa (PPNPNS) masih diambang ketidakpastian dan dapat mengganggu jalanya pengawasan Pemilu.

Diharapkan perosalan ini tidak berlarut-larut sehingga adanya kepastian dan Langkah kebijakan yang kongret dari pemangku kebijakan. Karena kita ketahui bagaimana kapasitas PPNPNS yang sudah terdidik, berpengalaman dalam suksesi proses demokrasi. Tegasnya.

Dari pendataan Media Juang, hingga Senin (2/1/23) sore, group WA tersebut sudah beranggotakan lebih kurang 940 orang. Disebutkan juga group tersebut beranggotakan STAF PPNPNS BAWASLU dari seluruh daerah di Indonesia. (00)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *