Alaku
Alaku
Alaku Alaku

18 Santri MTS RMA Resmi Lulus, Haflah Akhirussanah Jadi Momen Haru dan Penuh Harapan

oplus_0

Banjarbaru, Darahjuang.online – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raudhatul Muta’allimin Annahdliyah (RMA), menggelar Haflah Akhirussanah bagi santri Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka. Kegiatan berlangsung di Aula Pondok Pesantren RMA, Senin (22/6/2026), dihadiri para santri, dewan guru, serta orang tua wali santri.

Dalam acara, Pimpinan Pondok Pesantren RMA, KH. Muhari, menjelaskan, Haflah Akhirussanah merupakan momen perpisahan sekaligus pelepasan bagi santri MTS RMA yang telah menempuh pendidikan selama kurang lebih tiga tahun di lingkungan pondok pesantren.

“Alhamdulillah mereka sudah menyelesaikan pendidikan di sini. Ada yang akan melanjutkan pendidikan ke tempat lain dan ada juga yang tetap melanjutkan mondok di Pondok Pesantren RMA. Mudah-mudahan mereka menjadi orang yang berguna bagi orang tua, lingkungan, agama, bangsa dan negara serta mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh,” jelasnya.

Pada tahun ini, sebanyak 18 santri dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pendidikan tingkat MTS. Menurut Guru Muhari, para lulusan tidak hanya menunjukkan prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki akhlak dan adab yang membanggakan.

Dalam kesempatan tersebut, pondok pesantren juga memberikan penghargaan kepada dua santri teladan, yakni Muhammad Rizki dan Jupita asal Kabupaten Tanah Laut. Keduanya dinilai unggul dalam bidang akademik, adab, hafalan, serta mampu menjadi teladan bagi santri lainnya.

“Mereka luar biasa dari segi akademik, adab, hafalan, dan menjadi contoh bagi adik-adiknya yang masih menempuh pendidikan di pondok ini,” terangnya.

Selain prosesi pelepasan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan drama, sebagai hiburan yang dibawakan para santri. Guru Muhari menilai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan.

“Mereka tidak hanya belajar agama, tetapi juga mampu mengaktualisasikan diri melalui kemampuan public speaking, drama, dan berbagai penampilan lainnya. Mudah-mudahan ke depan mereka menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengelola diri, dan bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Suasana haru juga dirasakan para orang tua wali santri. Salah satunya Maimunah, warga Landasan Ulin, yang putranya telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di Pondok Pesantren RMA hingga akhirnya dinyatakan lulus tahun ini.

Ia mengaku bersyukur atas pendidikan yang diterima anaknya selama berada di pondok. Menurutnya, berbagai penampilan yang ditampilkan para santri dalam acara Haflah Akhirussanah sangat menghibur dan sarat pesan moral.

“Sangat bagus dan menghibur. Banyak pesan moral yang disampaikan melalui drama-drama yang ditampilkan. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin baik lagi,” ujarnya.

Sebagai orang tua, dirinya berharap Pondok Pesantren RMA terus berkembang dan semakin maju dalam mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

“Semoga RMA semakin berkembang, semakin maju, santrinya semakin banyak, dan semakin sukses ke depannya,” harapnya.

Melalui Haflah Akhirussanah ini, Pondok Pesantren RMA tidak hanya melepas para lulusan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi penerus perjuangan para ulama serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *