Kota Bengkulu, Darah Juang Online — Terkait PAD Pemkot atas Pelindo II masih minim, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain menerangkan.
Saat ini Pelindo II Bengkulu memiliki kurang lebih tanah seluas 12 juta meter persegi atau 1.200 hektar dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Rp. 4.100/m yang terbilang sangat kecil untuk NJOP di Kota Bengkulu. Jelas Teuku.
“Itukan artinya harga per hektar sekitar Rp. 41 juta, ada gak di Kota Bengkulu yang harga tanah hanya Rp. 41 juta perhektar ?, 1 hektar 1 millyar saja orang sudah rebutan,” ujarnya. Senin (15/11/21).
“Oleh karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) harus melakukan penilaian ulang terhadap objek tanah tersebut, karena dengan NJOP yang kecil itu, PBB yang dibayarkan ke daerah jadinya juga kecil,” tukasnya.
Kata Teuku lagi, kalau dilihat dari sisi PBB, begitu banyak potensi pemasukan daerah yang bisa didapatkan dari lahan Pelindo II, karena banyak bangunan yang berdiri di tanah Pelindo II seperti PLTU, Pertamina dan Gudang-Gudang.
Kemudian lanjut Teuku, juga pajak yang lainnya bisa dimaksimalkan, karena di Pelabuhan juga masuk batubara, masuk CPO, dan semuanya dipungut retribusi oleh Pelindo. Menurut perhitungannya ada sekitar 700 truk batubara yang masuk kesana setiap hari, belum lagi truk muatan CPO.
Teuku juga menyinggung soal stokfile batubara yang ada dilahan Pelindo II, dia menanyakan kemana pajaknya disetorkan, ia menyebutkan bahwa yang masuk ke kas daerah dari Pelindo II hanya sebatas dari PBB dengan angka yang kecil.
“Begitu juga petikemas, bongkar muat dari stokfile ke tongkang, itukan perkilogram ada hitungannya, sejauh ini regulasi tersebut belum berjalan. Oke wilayah pelabuhan adalah wilayah Provinsi Bengkulu tapi buktinya kita dapat pajak parkir dari bandara,” imbuhnya.
Teuku juga mengungkapkan, bahwa telah memanggil pihak Pelindo II, dan jawaban Pelindo II adalah menunggu regulasi dari Pemda dan menyatakan siap bayar.
“Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) juga sudah kita tekankan,” tutup Teuku. (Adv/01)


















