KEDIRI, Darahjuang.online – Suasana Balai RT 19 RW 7, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tampak ramai pada Minggu pagi, 10 Agustus 2025. Sebanyak 60 peserta yang merupakan anggota PKK setempat antusias mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2025 yang bertajuk “Pendampingan dan Edukasi Pemanfaatan Kalsium dan Vitamin D untuk Pengelolaan Kesehatan Sendi dan Tulang dan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan keluarga.
Ketua tim pengabdian, Dr. apt. Zamrotul Izzah, M.Sc., menjelaskan bahwa tulang dan sendi merupakan fondasi utama pergerakan tubuh, namun sering kali terabaikan hingga muncul keluhan nyeri atau pengeroposan tulang. “Melalui edukasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan sendi dan tulang, serta cara mendapatkannya dari sumber pangan sehari-hari,” ujarnya.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif, meliputi peran kalsium dalam membentuk dan menjaga kekuatan tulang serta gigi, sekaligus mencegah osteoporosis, fungsi vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium, menjaga kekuatan otot, dan mendukung kesehatan sendi, serta sumber kalsium dan vitamin D. Selain edukasi, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) yang kaya kalsium dan antiinflamasi seperti daun kelor, kunyit, jahe, dan temulawak yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Tidak hanya teori, para ibu PKK juga diajak praktik langsung membuat yoghurt oleh anggota tim pengabdian yaitu Dr. apt. Isnaeni, M.S. mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga pengemasan. Dengan bahan sederhana seperti susu segar, bibit yoghurt plain, dan buah-buahan, peserta mempelajari teknik pembuatan yang higienis namun mudah diterapkan di rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu PKK dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, sehingga kesadaran menjaga kesehatan sendi dan tulang bisa tersebar lebih luas di masyarakat. “Tulang yang kuat dan sendi yang sehat bukan hanya untuk lansia, tetapi investasi kesehatan sejak usia muda,” ujar Prof. Dr. apt. Aniek Setiya Budiatin, M.Si. selaku anggota tim yang telah lama meneliti terkait kesehatan tulang. Selain itu, keterampilan pembuatan yoghurt diharapkan dapat menjadi bekal warga untuk menyediakan minuman sehat keluarga sekaligus peluang wirausaha. “Kami ingin ibu-ibu tidak hanya memahami manfaat yoghurt, tapi juga mampu memproduksi sendiri dengan cita rasa yang disukai masyarakat,” imbuh apt. Toetik Aryani, M.Si. selaku anggota tim.
Acara ditutup dengan pembagian yoghurt buah serta pemeriksaan kesehatan gratis. Para peserta mengaku senang karena mendapat ilmu baru yang bermanfaat langsung bagi kesehatan dan ekonomi rumah tangga. Dengan kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kearifan lokal demi meningkatkan kualitas hidup warga. (09)


















