Jakarta, Darah Juang Online – Pada sesi pertama perdagangan Senin, 5 Desember 2022, saham GOTO berakhir melemah Rp9 (6,8%) ke posisi Rp123 per saham. Angka ini merupakan terendah sepanjang perdagangan sesi pertama awal pekan ini. Jumlah lot yang ditransaksikan pun 1,4 juta dengan nilai Rp17,6 miliar. Selasa (28/02/2023)
Sebelumnya, saham GOTO ditutup Rp141 per saham pada transaksi 1 Desember 2022 atau turun Rp10 dari rekor terendah transaksi sebelumnya. Artinya, harga saham pada 1 Desember turun lebih dari 58% dibandingkan harga IPO sebesar Rp338 per saham.
“Dengan demikian, nilai pasar GOTO anjlok dari Rp 400,3 triliun saat penawaran perdana menjadi tinggal Rp167 triliun saja,” ucap Koordinator Germak, Rusdi.
Rusdi melanjutkan, GOTO tidak pernah untung sejak pertama berdiri. Pangkalnya, menanggung kerugian hingga Rp99,3 triliun pada 30 September 2022.
“Menanggapi kondisi tersebut, kami berharap Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir, harus segera melakukan evaluasi terhadap PT Telkom yang telah lama memberi manfaat dan berdikari melayani masyarakat Indonesia,” katanya.
Rusdi juga meminta aparat hukum, KPK ataupun Kejaksaan Agung, menindak tegas Direktur Utama PT Telkom. Pangkalnya, investasi ke GOTO merugikan perusahaan negara tersebut.
“Harus segera menginvestigasi permasalahan ini karena merugikan PT Telkom dengan memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Telkom atas kasus investasi GOTO yang riskan kerugian negara atas saham gorengan yang merugikan keuangan negara,” tutup Rusdi. (27)

















