Alaku
Alaku
Alaku

Gubernur Jatim Lepas Produk Ekspor Desa Devisa ke Mancanegara

SURABAYA , Darahjuang.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Festival Ekspor sekaligus melepas produk Industri Kecil Menengah (IKM) hasil pengembangan Desa Devisa Jatim ke mancanegara. Prosesi pelepasan ekspor berlangsung di Terminal Peti Kemas Surabaya, Rabu (26/11/2025).

“Alhamdulillah hari ini, kita melepas ekspor produk desa devisa di Jatim ke enam negara, dan semoga ini menjadi pelecut semangat untuk meningkatkan produk IKM desa devisa supaya tumbuh dan berkembang bersama,” kata Gubernur Khofifah di sela – sela pelepasan.

Alaku

Dikatakannya, untuk produk desa devisa yang di ekspor ke mancanegara ini senilai Rp5,8 Miliar, dengan komoditas, antara lain Jahe Gajah milik PT Enha Sentosa Indonesia dengan tujuan Bangladesh, Keripik Singkong milik PT Indorasa Utama dengan tujuan Korea Selatan.

Selain itu, produk mie kering milik PT Omieku Food dikirim ke Belanda, dan Produk unggulan milik CV Mitraindo Shoes Pratama mengirim sepatu ke Korea Selatan. Untuk produk kerupuk milik PT Angkasa Jaya dikirim ke India dan komoditi pakan ternak akan dikirim ke Australia.

Gubernur Khofifah menambahkan, ekspor Desa Devisa kali ini mendapat dukungan dari PT Pelindo III. “Penguatan demi penguatan, fasilitasi demi fasilitasi bagi eksportir pemula dengan produk Desa Devisa membutuhkan dukungan dari kita semua. Terima kasih atas sinerginya,” ujarnya.

Tambahan 72 Desa Devisa Baru

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Promosukarso meresmikan 72 Desa Devisa baru di Jawa Timur. Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menekan tombol bersama disertai penayangan video animasi.

Dengan tambahan tersebut, Jawa Timur kini memiliki 293 Desa Devisa per November 2025, menjadikannya provinsi dengan jumlah Desa Devisa terbanyak di Indonesia.

“Ini kado akhir tahun untuk Jawa Timur. Mari kita semakin memperkokoh kolaborasi dalam meningkatkan daya saing ekspor,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder untuk semakin memperkokoh kolaborasi dalam meningkatkan daya saing ekspor Jawa Timur.

“Semua institusi maupun stakeholder bahkan pelaku IKM Desa Devisa, yang telah memberikan penguatan serta sinergitas yang terbangun hari ini menurut saya sangat komprehensif maka saya mohon bisa dijaga, dikuatkan intensitas koordinasi. Untuk berikutnya, semoga bisa bersama-sama saling memberikan penguatan,” pungkasnya.

Festival Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), PT Pelindo Regional III, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat ekosistem ekspor, khususnya melalui pengembangan Desa Devisa. (09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *