SURABAYA, Darahjuang.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Rabu, (3/6/2026).
Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 800/1856/204/2026. Adapun rincian kepala sekolah yang dilantik terdiri dari 29 Kepala SMA Negeri, 31 Kepala SMK Negeri, dan 5 Kepala SLB Negeri yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Tugas utama bapak dan ibu bukan hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter. Kita ingin melahirkan generasi yang ‘pintar dan benar’ untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian Jawa Timur yang selama 7 tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
Capaian Siswa Jatim 2026,
29.046 Siswa Lolos SNBP 2026
24.213 Siswa Lolos SNBT 2026
Terbanyak Nasional selama 7 tahun berturut-turut.
Lima Pesan Penting Gubernur
Khofifah menitipkan lima pesan utama kepada para kepala sekolah yang baru dilantik:
1.Menjadi pemimpin perubahan yang adaptif dan inovatif dalam mengelola sekolah.
2.Memperkuat pendidikan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan nilai-nilai luhur di lingkungan sekolah.
3.Mencegah segala bentuk kekerasan termasuk perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual di satuan pendidikan.
4.Membangun sinergi dengan komite sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.
5.Mengembangkan program yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja, termasuk melalui Program Mama Mau Naik Kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam laporannya menyebut bahwa proses seleksi kepala sekolah telah dilakukan secara ketat dan transparan.
“Para kepala sekolah yang dilantik hari ini telah melalui tahapan asesmen, uji kompetensi, dan pelatihan manajerial. Kami yakin mereka mampu membawa kemajuan pendidikan di Jatim,” kata Aries Agung Paewei.
Ia juga menambahkan bahwa Program “Mama Mau Naik Kelas” akan terus dikembangkan sebagai salah satu upaya peningkatan kompetensi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sekaligus mendukung ekosistem pendidikan yang holistik. (09)


















