Kepala Desa Jayakarta, Sri Purwanti
Bengkulu Tengah, Darah Juang Online – Lahir pada Tanggal 25 Mei 1982 di Dusun II Genting Batu Desa Jayakarta Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, perempuan ini terlihat gampang senyum, cerdas dan pemberani menunjukkan ia sosok pemimpin dekat dengan masyarakat. Bisa disebut “Kartini Desa”.
Kamis (20/01/21) kemarin, kami ngobrol santai bersamanya di halaman Kantor Desa Jayakarta. Sangat terasa, tutur bahasa Jawa dari sosok perempuan cerdas ini. Eam, meskipun ia berusaha menyesuaikan diri dengan gaya bicara trend Indonesia kekinian, kental jawanya tetap berasa.
Dia Sri Purwanti, Putri ke-dua dari tiga bersaudara Bapak Zukani dan Ibu Casuti. Ayahnya Zukani, adalah salah seorang tokoh masyarakat di desanya. Zukani sempat memimpin desanya sebagai kepala desa tiga periode.
Sri Purwanti, sempat menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) di Desa Pulau Panggung selesai pada Tahun 1992, kemudian pada Tahun 1995 menyelesaikan studi di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) Kembang Seri. Pada Tahun 1998 ia menyelesaikan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) negeri empat Kota Bengkulu.
Usai menyelesaikan studi tingkat SMA ia sempat melanjutkan pendidikan diploma satu jurusan komputer. Kemudian ia memulai menjelajahi jalan awal karir. Sambil tersenyum ia mengatakan semua pekerjaan sudah dilakoni demi mendapatkan pengalaman berharga mencapai kesuksesan hidup.
“Hidup ini begitu keras, kita harus mampu bertahan ditengah-tengah kerasnya kehidupan. Sudah banyak pengalaman pahit dan manis saya jalani. Menjadi biduan panggungpun sudah saya jalani demi mencari jalan kehidupan. Hehehe, kebetulan saya juga hoby menyanyi. Ya, kita memang harus punya prinsip jangan menyerah dengan keadaan apapun. Sesulit apapun itu, kita harus bertahan. Yang penting halal, apapun perkerjaan harus dikerjakan penuh semangat”. Kata Sri Purwanti sambil senyum.
Menarik cerita Sri Purwanti tersebut, kerja keras adalah kunci dari keberhasilan. Disadari atau tidak setiap orang adalah pesaing bagi kita untuk mencapai kesuksesan. Semua insan memiliki kepentingan untuk mempertahankan diri agar tetap hidup. Hidup karir, hidup nama baik termasuk juga urusan perut. Hal ini pemicu dasar setiap orang berpikir harus mampu bersaing satu sama lain hingga terjadi kerasnya persaingan hidup.
Pada Tahun 2011 Sri Purwanti menikahi seorang pemuda asal Desa Air Muring Kecamatan Putri Hijau Bengkulu Utara, Deden Haryono. Dari pernikahan itu, saat ini ia dianugerahi dua orang putri.
Memulai karir politik pada Tahun 2018, sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bengkulu Tengah melalui partai Gerindra. Namun belum diberikan kesempatan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui lembaga wakil rakyat tersebut.
Sosok perempuan tidak mudah menyerah ini tetap berpikir positif. Prinsipnya, ia harus tetap mampu memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat. Pada Tahun 2019, ia mencalonkan diri menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jayakarta. Dari tujuh orang calon BPD ditahun itu ia memperoleh suara terbanyak. Dari perolehan suara tersebut ia dimandatkan menjadi Ketua BPD desa setempat.
Atas dorongan ingin melanjutkan perjuangan sang ayah membangun Desa. Sekira bulan Oktober 2021 kemarin, ia mengundurkan diri dari ketua BPD guna memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai kepala Desa Jayakarta.
Proses pemilihan Kepala Desa Jayakarta satu bulan yang lalu, ia mampu mengungguli dua calon kepala desa lainnya. Memperoleh 285 suara dari jumlah total 500 suara ia lebih unggul dar total 3 calon kepala desa.
Kepada kami, ia menyampaikan harapannya. Desa Jayakarta harus melaju pesan. Berkembang, mampu bersaing dengan desa lain.
“Saya berharap, Pemerintah Desa harus mampu bersinergi untuk kepentingan bersama. Pemerintah desa dan warga harus mampu bahu membahu untuk kemajuan desa. Dengan kerja sama, kerja keras dan kerja cerdas saya optimis desa Jayakarta akan mampu maju dan berkembang,”. Harapnya. (01).

















