Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Jamaah Haji Indonesia Diamankan Aparat Saudi karena Diduga Merekam Wanita Secara Diam-Diam

Jamaah Haji Indonesia Diamankan Aparat Saudi karena Diduga Merekam Wanita Secara Diam-Diam

 

Alaku

Nasional, Darahjuang.online — Koordinator Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) KJRI Jeddah, Akhmad Masbukhin, menyampaikan imbauan kepada seluruh jamaah haji Indonesia di Arab Saudi agar senantiasa menjaga etika, menghormati norma setempat, serta mematuhi peraturan hukum yang berlaku selama menjalankan ibadah haji. Senin (11/5/26)

 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya salah satu jamaah haji asal Indonesia yang diamankan aparat keamanan Arab Saudi karena diduga merekam video seorang wanita warga Arab Saudi secara diam-diam tanpa izin.

 

Dalam keterangannya, Akhmad Masbukhin menjelaskan bahwa tindakan mengambil foto maupun video seseorang tanpa persetujuan, khususnya terhadap perempuan di Arab Saudi, merupakan pelanggaran serius yang dapat berujung pada proses hukum.

 

“Kami mengimbau seluruh jamaah Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan telepon genggam maupun kamera selama berada di tempat umum. Hormati privasi masyarakat setempat dan pahami bahwa aturan di Arab Saudi sangat tegas terkait pelanggaran privasi,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa KJRI Jeddah terus melakukan pendampingan dan koordinasi terhadap WNI yang menghadapi persoalan hukum di Arab Saudi, termasuk memberikan edukasi kepada jamaah mengenai aturan dan budaya lokal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

Sementara itu, Ketua DPD Istimewa Sasaka Nusantara Jeddah sekaligus praktisi umrah di Arab Saudi, Alphita Jaka Asmara, turut mengingatkan seluruh jamaah Indonesia agar memahami budaya dan aturan sosial masyarakat Arab Saudi selama berada di Tanah Suci.

 

Menurutnya, penggunaan kamera atau telepon genggam secara sembarangan di tempat umum dapat menimbulkan persoalan serius apabila menyangkut privasi orang lain, khususnya perempuan.

 

“Jamaah Indonesia harus memahami bahwa budaya dan aturan di Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di negara lain bisa menjadi pelanggaran hukum di sini. Karena itu jamaah harus lebih bijak dan berhati-hati,” ungkapnya.

 

Alphita juga mengimbau seluruh pembimbing, travel umrah, maupun ketua rombongan haji untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada jamaah sejak sebelum keberangkatan mengenai aturan hukum serta etika sosial di Arab Saudi.

 

Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh jamaah Indonesia agar lebih disiplin, menjaga sikap, serta tetap fokus menjalankan ibadah dengan baik demi menjaga nama baik bangsa Indonesia di mata internasional.

 

KJRI Jeddah kembali mengingatkan seluruh WNI, khususnya jamaah haji dan umrah, untuk selalu mematuhi aturan pemerintah Arab Saudi, menjaga sopan santun, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan persoalan hukum selama berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *