“Penampakan Banjir di Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Kamis (1/9/22) malam“
Kota Bengkulu, Darah Juang Online — Semenjak beberapa tahun ini Kawasan Padang Nangka (jalan Muhajirin) hingga beberapa titik di Kelurahan Padang Nangka, Kelurahan Dusun Besar, Timur Indah, Sidomulyo Kota Bengkulu menjadi salah satu titik kawasan langganan banjir.
Tampak dilapangan, Kamis (1/9/22) malam, seperti di Wilayah RT 22 Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati akibat curah hujan yang mengguyur sejak menjelang magrib telah mengakibatkan beberapa rumah masyarakat yang berada di dekat drainase (got) dilanda banjir.
Bahkan di informasikan oleh Marion warga setempat “Banjir ini sudah yang berulang kali dua bulan ini (Agustus hingga September, Red).” Katanya.
Sebagian besar terjadi pada malam hari, tambahnya.
“Selalu banjir kalau kami yang dekat siring ni, malahan ado yang sampai leher orang dewasa. ” Tambah Marion dalam keteranganya kepada Media Darah Juang.
Hal senada, juga di ungkapkan Ibu Emilia, “kembali terjadi banjir. ” Jelasnya.
Diketahui, siring/ drainase yang melintasi RT 22 Kelurahan Padang Nangka merupakan salah satu pelintasan rawan banjir. Drainase ini membentang dari Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka, hingga kelurahan Timur Indah, Padang Nangka, Dusun Besar, hingga Kelurahan Panorama yang ada di Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.
Menurut penuturan Toko masyarakat disana Heri Ifzan, kawasan ini dilanda banjir salah satunya tidak tegaknya Perda yang mengatur persoalan sampah.
“Banjir di kawasan ini diperparah budaya masyarakat yang masih kerab membuang sampah ke siring. ” Kata If, sapaan akrabnya.
Dijelaskan juga oleh Pak Heri, seharusnya pemerintah dapat tegas soal sampah ini. Kalau semua pihak mau bekerjasama dengan baik, termasuk masyarakat.
Heri menambahkan, “pad siring ini di beberapa titik telah terjadi sendimentasi dari pasir, batuan dan sampah yang terbawak arus, pemerintah melalui pihak tekait juga harus kelapangan mengecek fasilitas umum yang dibangun pemerintah. Apakah mengalami kerusakan, penyempitan, hingga sudah sangat mengganggu arus air yang menumpuk di siring. ” Ungkapnya.
Lebih lanjut diterangkan, dibeberapa siring ini telah ternyata penyempitan akibat adanya pembangunan dari masyarakat. “Pemerintah juga harus memberi sosialisasi dan penegasan soal bangunan, kalau sudah mengakibatkan penyempitan siring bagaimana siring bisa menampung debit air yang setiap tahun meningkat karena berkurangnya daerah resapan. Terangnya.
Heri juga menegaskan, “semakin banyak titik banjir di kota Bengkulu, membuktikan gagalnya Pemerintah dalam memberi pelayanan bagi masyarakatnya. ” Pungkas Heri Ifzan. (12)

















