SURABAYA, Darahjuang.online – Mantan Pegawai Supermarket Ternama Susi Hariyanto yang saat ini berprofesi ojol dan merintis usaha adonan roti dari area kampung ingin menaikkan level lebih tinggi mulai dari rasa dan level pangsa pasar kalangan menengah atas, berbekal dari divisi bakery di salah satu Supermarket terkenal di zaman itu Susi bertekad untuk tujuannya umkm naik level.
Berawal sambil menunggu orderan ojol Susi ulak alik medsos Facebook sempat kaget, mantan supervisor bakery disalah satu Supermarket terkenal ternyata mendapatkan respon dari mantan Pimpinan Ikut komentar di status FB.
Dalam ngobrol santai awak media bersama Susi ditemani kopi hitam dan sebatang rokok eceran mengungkapkan, “Beberapa hari lalu saya (Susi) sempat posting cerita lama saat masih bekerja di bagian bakery dan food di Supermarket Ternama waktu itu, gak nyangka status itu ramai banget. Bahkan mantan Supervisor (Spv) Bakery Bapak Anwar dan Rahmad ikutan muncul di kolom komentar”.
“Beliau mengajarkan modifikasi resep supaya dapat di terima lidah lokal dan membuat roti premium dengan alat seadanya, nostalgia itu bikin saya merinding, sekaligus sadar satu hal penting…
Bekerja di ritel raksasa itu mendidik kami untuk punya mata elang terhadap operasional dapur, disana kami gak cuma diajarin cara manggang roti yang enak tapi juga dipaksa tunduk pada sistem yang sangat ketat,” ujarnya.
“Kenapa? karena di bisnis bakery, celah kerugian itu ada di mana-mana:
– digudang jika salah hitung stok tepung dan mentega sedikit saja, bahan baku bisa kedaluwarsa atau berkutu rugi bandar
– didapur baker yang gak disiplin sama resep standar bisa bikin rasa roti berubah-ubah, Pelanggan kecewa, gak mau balik lagi.
– dimeja kasir Celah kecurangan (fraud) kasir di toko roti mandiri itu sangat tinggi kalau gak ada sistem rekonsiliasi harian yang ketat pasti berantakan,
Dulu ketika masih di Supermarket divisi Bakery semua hal tersebut diatur pakai SOP (Standard Operating Procedure) yang super ketat,” ungkapnya.
“Nah, saya melanjutkan studi dan lulus sebagai Sarjana Hukum (S.H.), dibangku kuliah mata saya makin terbuka ternyata banyak banget UMKM Toko Roti atau Bakery rumahan yang tutup bukan karena kuenya gak enak, tapi karena dua hal:
– Operasionalnya Bocor dan Hukum Usahanya Lemah.
Banyak pemilik toko roti yang resep rahasianya dicuri mantan karyawan karena gak punya kontrak kerja yang sah. Banyak juga yang urusan izin edar (PIRT/Halal) dan perjanjian dengan supplier bahannya berantakan, akhirnya kena masalah di kemudian hari,” tambahnya.
Berbekal pengalaman nyata di lantai dapur Bakery Supermarket dan akademisi ilmu hukum Susi ingin membantu umkm khususnya teman-teman pengusaha toko roti lokal agar bisnisnya bisa punya sistem sekelas ritel modern, tapi tetap aman secara hukum, menjadi Konsultan Non-Litigasi khusus Operasional & Legalitas Toko Roti dengan merapikan :
– SOP Dapur & Gudang (Anti bahan baku terbuang)
– Sistem Kontrol Kasir (Anti bocor/dicurangi)
– Draf Kontrak Karyawan & Supplier (Anti resep dicuri & aman dari sengketa hukum).
Khusus bulan September membuka sesi “Audit Operasional & Legalitas GRATIS” lewat telepon/WhatsApp untuk 3 orang pemilik Toko Roti atau Bakery Rumahan saja. Kita bedah di mana celah kebocoran bisnis Anda sebelum terlambat. Mari kita bikin toko roti lokal naik kelas dengan standar ritel modern. (09)


















