Banjarbaru, Darahjuang.online – Hamparan jagung menguning di Jalan Gubernur Syarkawi, Sabtu (27/9/2025), menjadi saksi keseriusan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan, panen raya ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata komitmen Polri memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
“Ketahanan pangan adalah pilar penting bagi ekonomi, stabilitas sosial, dan keamanan negara. Kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, akademisi, hingga tokoh masyarakat, menjadi kunci keberhasilan,”jelasnya,
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif produksi jagung di Kalsel sepanjang 2025. Panen perdana tahun ini mencatat 275,5 ton, disusul 768,56 ton pada kuartal kedua. Kuartal ketiga ditargetkan mencapai 1.794 ton, dan puncaknya pada kuartal keempat diproyeksikan menembus 3.100 ton lebih. Angka ini dianggap sebagai lompatan besar bagi provinsi yang sebelumnya bukan sentra utama jagung.
Tantangan di lapangan tidak ringan, sekitar 71 persen wilayah Kalsel merupakan lahan basah dengan pH di bawah minus 5, kondisi yang secara ilmiah kurang ramah bagi budidaya jagung. “Meski tidak ideal, arahan Presiden tetap kami jalankan. Alhamdulillah, hasilnya justru melampaui ekspektasi,”imbuhnya.
Kesuksesan ini tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel. Bantuan berupa empat unit mesin pemanen (combine harvester) dan pendampingan teknis membuat proses tanam dan panen berjalan lebih cepat dan efisien. Penambahan luas lahan tanam pun semakin memperkuat optimisme petani serta aparat kepolisian yang ikut terlibat langsung di lapangan.
Selain itu, dirinya menargetkan Kalimantan Selatan menjadi salah satu sentra jagung nasional. Berbagai langkah strategis sudah dijalankan, seperti pilot project pemanfaatan lahan basah, riset bersama mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, hingga penerapan teknologi pertanian modern. Semua ini diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga jagung di pasaran.
“Program ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan. Kami ingin hasil panen melimpah, gizi masyarakat meningkat, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” tutupnya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Polda Kalsel optimistis dapat menjadikan Kalimantan Selatan sebagai lumbung jagung baru di Indonesia.(14).
Polda Kalsel Panen Raya Jagung, Produksi Diproyeksi Tembus 3 Ribu Ton

















