Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Sesmi Permata Sari : Pentingnya Pemikiran Yang Optimis

Pentingnya Pemikiran Yang Optimis

Penulis : Sesmi Permata Sari

Alaku

Padang Pariaman

Ketika aku berjalan melewati sekumpulan orang-orang yang lebih hebat dariku. Tiba- tiba ia bertanya tentang siapa aku, pekerjaanku dan lain sebagainya. Aku bingung dengan fakta aku merasa belum siapa-siapa yang patut di banggakan mereka, sedangkan mereka jam terbang nya lebih luas dari ku.

Jadi aku harus menjelaskan tentang apa terhadap mereka. Disitu aku mulai berkecil hati bahwa apakah aku pantas bergabung dengan mereka, Aku merasa malu. Kekuranganku masih banyak, seolah- olah aku gak percaya diri berada di sekitar mereka.

Tapi disisi lain ada seseorang yang memahami diriku dan mengajak aku bercerita dan memberikanku sebuah motivasi. Bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna. Jadi kita sebagai sesama hamba jangan pernah merasa rendah dan minder terhadap seseorang. Karna kita diciptkan sama oleh maha pencipta. Tidak ada perbedaan. Yang bebeda itu hanyalah tingkah laku dan cara berpikir seseorang.

Jadi kamu jangan pesimis lagi terhadap diri sendiri. Tetaplah bangkit dan semangat untuk mengembangkan kemampuanmu selagi itu bisa membuat mu bahagia. Karna kebahagian itu kita yang ciptakan bukan orang lain. Tetap optimis lalu lakukan apa yang harus kamu lakukan dan jangan lupa selalu bersyukur, bahwa Allah Swt selalu dengan orang- orang yang sabar dan ikhtiar.

Semenjak itulah aku mencoba memberanikan diri untuk tampil di muka umum, aku mencoba berkomunikasi dengan siapa saja dan aku selalu mengkedepankan diri aku bahwa aku harus bisa seperti mereka. sampai aku berkata dengan diriku sendiri kenapa kamu tidak bisa sedangkan orang lain bisa perbedaan kamu terhadap dia pun sama, sama- sama makan nasi. Aku tersenyum sendiri melihat tingkah laku ku, jujur aku malu.

Aku seperti orang cupu yang tidak tahu apa-apa. Aneh, aku pernah melalui sekolah dasar sampai aku kejenjang pendidikan yang sama mereka lalui juga. Kok aku bisa merass minder sama mereka. Ya ampun kenapa sih dengan diriku ini. Tapi tekadku pun sekarang bahwa aku harus bisa merubah itu, aku harus bisa juga seperti mereka, setelah itu aku selalu belagak sok bodoh terhadap mereka. Biar apa coba, biar semua ilmu pengetahuan dan pengalaman bisa mengalir. Aku selalu bertanya- tanya tentang dia dan asal sampai dia bisa sukses seperti itu.

Kemudian suatu hari aku di undang di berbagai acara seperti seminar, aku selalu menghadiri undangan tersebut. Karna bagiku itu kesempatan buat aku yang selalu mendapatkan ilmu pengetahuan sambil aku cari teman. Aku harus bisa jadi orang yang dikenal juga, kemana pun aku pergi orang mengenal aku. Itu pun bagi ku sudah cukup, penting rasa nya punya banyak teman.

Apalagi kita yang suka sekali beorganisasi tentu tidak hanya organisasi yang kita pikul. kita harus bisa berkomunikasi yang baik, menjaga etika, dan lain sebagainya. Bagaimana kita bisa membuat orang nyaman terhadap kita, dan tertarik pastinya, apalagi kalau kita tidak pernah jumpa lagi sama mereka. Ingin rasa nya kita berjumpa karna semakin rindunya.

Bagi teman-temanku penting rasanya buat kamu untuk mengasah kemampuan mu terutama kita berada dilingkungan masyarakat, tidak mungkin lah kita selalu diam jika ada permasalahan di kampung kita sendiri. Setidaknya kita sebagai perempuan bisa hendak nya juga di dengar oleh orang-orang setempat walaupun kita tidak sebagai orang yang tak berpangkat.

Yang terpenting coba berlatih dulu untuk mengajarkan diri sendiri untuk bisa mengahargai, baru di samping itu kita juga bisa membawakan nya ke lingkungan sekitar, terkadang banyak juga kiya temui etika–etika mahasiswa yang tidak terkontrol, semua sama rata. Seharusnya tidak seperti itu, berpandai pandai menepatkan diri dimanapun kita berada. supaya kita bisa di hargai orang lain dan dirindukan oleh sesama.

Penulis, Selasa 16 Juli 2022. (Red 27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *