Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Terkesan Miris, Walikota Medan Diduga Tidak Peduli Kesejahteraan Petugas Kebersihan dan Penjaga Sekolah

Medan, Darah Juang Online – Kabar baik bagi tenaga pengajar dan siswa siswi di Kota Medan. Jum’at (24/12/21) kemarin saat kegiatan Publikasi Program Pendidikan Kota Medan sekaligus Refleksi pendidikan kota Medan yang digelar di Hotel Le Polonia Walikota Medan, Bobby Nasution meminta kepada dinas terkait meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dengan memberikan perhatian kepada tenaga pengajar dan peserta didik.

“Dalam meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan tentunya hal yang pertama diperhatikan adalah komposisi SDM baik itu Tenaga Pengajar maupun Peserta Didik. Oleh karenanya di tahun depan saya telah meminta Dinas Pendidikan apa saja yang bisa dinaikkan untuk tenaga pendidik maupun peserta didik segera naikkan,” Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Alaku

Adapun persentasi penggunaan anggaran dalam pemberian bantuan guru Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Tahun 2022 yakni kegiatan peningkatan kesejahteraan guru-guru non PNS/non sertifikasi di Kota Medan dari Rp. 17.583.000.000 menjadi Rp. 23.403.605.770 atau naik 33 Persen, peningkatan kesejahteraan guru honorer sekolah negeri di Kota Medan dari Rp. 23.084.567.243 menjadi Rp. 25.137.112.506, peningkatan kesejahteraan guru MDTA di Kota Medan dari Rp, 6.707.668.800 menjadi Rp. 6.715.801.060, peningkatan kesejahteraan guru PAUD di Kota Medan dari Rp. 4.873.250.000 menjadi Rp. 4.873.250.000, peningkatan kesejahteraan guru TKQ/TPQ di Kota Medan dari Rp. 3.178.450.400 menjadi Rp. 3.195.001.060 dan bantuan kesejahteraan operator sekolah negeri di Kota Medan dari Rp. 3.122.269.300 menjadi Rp. 4.178.005.770 atau naik 34 Persen.

Sedangkan persentasi penggunaan anggaran dalam pemberian bantuan siswa Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Tahun 2022 yakni bantuan perlengkapan sekolah dalam bentuk alat mewarnai dan buku gambar untuk anak PAUD dari Rp. 151.914.200 menjadi Rp. 4.662.283.000, bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin tingkat SD dari Rp. 3.114.591.100 menjadi Rp. 8.999.524.770, bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa miskin tingkat SMP dari Rp. 3.100.629.480 menjadi Rp. 7.583.003.770, bantuan beasiswa bagi siswa miskin tingkat SD dari Rp. 3.243.750.000 menjadi Rp. 11.255.001.060 serta bantuan beasiswa bagi siswa miskin tingkat SMP dari Rp. 1.856.250.000 menjadi Rp. 11.253.201.060.

Disamping itu Wali Kota Medan melupakan peran penting tenanga pembantu di sekolah seperti petugas kebersihan, penjaga sekolah, padahal peran tenaga pembantu ini juga di butuhkan sebagai peran pendukung kemajuan di dunia pendidikan.

Diceritakan salah seorang istri penjaga sekolah SDN.066663 Jaalan, Balam Prumnas Mandala sekaligus petugas kebersihan di sekolah Delima. Penghasilan suami saya selama mengabdi membantu melancarkan kegiatan belajar mengajar tidak bisa memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Gaji suami saya minim pak tidak cukup buat biaya kehidupan sehari-hari, belum lagi biaya anak sekolah dan lain-lain,” Ucapnya sambil meratap nasib.

Terkait kebijakan yang di tetepkan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution awak media ini mencoba meminta tanggapan dari Aktipis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sukma.

Sekjen LSM Sukma Kota Medan Reza Fahlevi Nasution mengatakan, cukup kecewa dengan keputusan pemerintah dalam langkah meningkatkan mutu pendidikaan terutama kepada walikota Medan” Seharusnya juga memperhatikan tenaga kerja keberhasihan dan penjaga sekolah,” Ucapnya.

Yang mana mereka juga layak untuk disejahterakan baik nilai upah maupun BPJS ketenagakerjaan, jangan hanya menaikkan upah guru saja, petugas kebersihan dan penjaga sekolah berhak juga diperhatikan.
Bukankah saat ini pemerintah lagi gencar-gencarnya mengadakan implementasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) baik gaji buruh dan pekerja lain.

“Seharusnya petugas kebersihan sekolah mendapatkan BSU. Bukankah peran mereka cukup dibutuhkan dalam perawatan sekolah? Mengapa mereka tidak diprioritaskan juga dalam menaikkan upah mereka. Jika tidak ada peran petugas kebersihan dan penjaga sekolah dalam merawat sekolah baik ruang maupun halaman dan perpustakaan sekolah, sekolah akan jadi kotor dan tidak terawat dengan baik. Selama pandemi covid-19 mereka tetap kerja membersihkan, merawat dan menjaga sekolah agar anak-anak nyaman belajar,”. Pungkas Sekjen LSM Sukma Reza Fahlevi Nasution. (20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *