Alaku
Alaku
Alaku Alaku Alaku

Tokoh Masyarakat Bengkulu Sesalkan Aksi Premanisme yang menimpa petugas Parkir, aparat harus sigap

Kota Bengkulu, Darah Juang Online — Aksi sekelompok orang yang mengaku preman yang menyasar petugas parkir di sekitar Jalan didepan Kampus Dehasen Kota Bengkulu, pada hari Selasa (14/3/23) siang, mendapat tanggapan serius tokoh masyarakat Kota Bengkulu.

Disampikan oleh Heri Ifzan yang juga mantan anggota DPRD Kota Bengkulu kepada awak media Darah Juang, pada Selasa 14/3/23) malam. “Aksi premanisme harus dilawan, apa lagi kalau sudah menimpa petugas parkir di Kota Bengkulu. Mengingat mereka juga bagian pejuang pajak, yang nantinya akan menjadi sumber PAD dalam pembangunan di Kota.” Katanya.

Alaku

Heri juga menyesalkan atas meningkatkan premanisme di Kota Bengkulu. “Aparat penegak hukum harus sigap dan responsif atas persoalan begini, jangan sampai dilapangan petugas parkir sudah gesekan dengan oknum preman dan bahkan memakan korban, baru aparat bergerak.” Terangnya.

Menurut Heri, pemerintah kota Bengkulu juga harus mengingatkan semua pihak, baik dinas terkait hingga pihak CV yang telah diberi wewenang dalam pengelolaan zona parkir di Kota Bengkulu. “Pemerintah kota Bengkulu juga tidak bisa lepas atas persoalan ini, jangan terkesan hanya bisa menarik pajak retribusi kepada masyarakat namun perlindungan atas petugas parkir dari oknum – oknum tertentu yang mengatas namakan preman Pemkot tutup mata.” Kata Heri yang juga biasa di sapa Dang If.

Sebelumya dikabarkan, petugas Parkir inisial (P) yang mengelola lahan parkir didepan Kampus Dehasen Kota Bengkulu, didatangi beberapa orang oknum preman yang mengaku disuruh pihak toko yang ada di zona parkir tersebut.

“Oknum preman ini tidak hanya melarang menarik pajak retribusi parkir, namun juga mengaku mengatas namakan dimintak pihak Toko. Sedangkan kami menarik retribusi parkir jelas di zona, dijalan milik pemerintah bukan di halaman toko.” Kata P kepada Media Darah Juang Online.

P juga menjelaskan, “kami ini parkir resmi, yang sudah memegang SPT dari Pemerintah Kota. Sekarang zona kami juga dikelola pihak CV, kami ini sudah setor setiap bulan ke CV.” Terangnya.

P juga menegaskan, dalam waktu dekat ini akan membawak persoalan ini ke Rana hukum. “Kami resah oleh oknum preman ini, yang pasti pekerjaan kami telah terganggu dan kami juga merasa terancam. Dalam waktu dekat akan melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum.” Pungkasnya.

Pantauan awak media di lapangan, ada satu titik parkir yang tidak jauh dari gerbang Dehasen berdasarkan informasi masyarakat beberapa hari ini ada keramaian seperti ada beberapa preman ngumpul dan terkadang berbicara dengan petugas parkir dilokasi. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *