Berbagi 10.000 liter Air bersih dan 200 galon air minum kepada warga rentan terdampak Karhutla di Ketapang
Nasional, Darahjuang.online — Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Karang Tengah, Baitulmaal Saudara Seiman (BSS), dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa kembali menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga di Desa Kuala Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, pada sabtu (26/9).
Aksi sosial ini adalah wujud kepedulian dan sumbangan dari berbagai pihak yang telah merespon kondisi Karhutla dan kabut asap yang terjadi di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat.
Direktur Baitulmaal Saudara Seiman (BSS) Provinsi Kalimantan Barat, Cathidar Condro Cahyono mengatakan sejak awal sudah merespon bencana Karhutla dengan menggalang donasi kemanusiaan.
“Pihaknya juga telah ikut membantu relawan pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara hingga mendirikan posko medis dalam menunjang kinerja relawan di lapangan”, pungkasnya.
Condro menambahkan, penyaluran air bersih ini sebagai upaya awal dalam mengatasi kekeringan dan sulitnya mengakses air bersih utamanya untuk konsumsi air minum warga, terangnya.
Sementara itu, Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa Kabupaten Ketapang, Marlina menyebut kejadian Karhutla dan kabut asap sangat berdampak pada terbatasnya aktivitas masyarakat pada kelompok rentan dan penyebab menurunnya kesehatan masyarakat, tegasnya.
Lebih lanjut, Marlina menyampaikan lonjakan Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kualitas udara yang semakin menurun hingga berbahaya bagi balita. Belum lagi krisis air bersih dan kenaikan kasus gangguan pencernaan (Diare) adalah dampak penyerta dari Karhutla dan kabut asap yang hingga kini masih menyelimuti wilayah di Kabupaten Ketapang, terangnya.
Pembagian air bersih dan air minum ini menyasar kepada kelompok masyarakat yang rentan seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja sekolah baik di panti asuhan maupun pondok pesantren hingga kelompok perempuan yang sangat terdampak akan Karhutla ini.
“pihaknya yang berfokus pada literasi sekolah dan masyarakat telah bergerak dan menyalurkan bantuan air bersih, air minggu, masker hingga sembako kepada warga terdampak Karhutla di Kecamatan Benua Kayong, Delta Pawan dan Matan Hilir Selatan,” sahutnya.
Kegiatan penyaluran air bersih ini, mendapat dukungan dari organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Mahasiswa STAI Al-Haudl Ketapang, Badan Eksekutif Mahadiswa Se Kalimantan Wilayah Ketapang, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang. (01)


















