Alaku
Alaku
Alaku Alaku

Susahnya Warga Pegunungan Meratus Untuk Mendapatkan Perawatan Medis

KANDANGAN, DarahJuang.online – Tak kunjung membaik dari sakit yang ia derita warga akhirnya bopong warganya menggunakan tandu untuk mendapatkan pengobatan medis.

Kisah sedih yang di alami warga Desa Haratai Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Bagaimana tidak, jalanan berbatu dan terjal hanya dapat di lalui dengan berjalan kaki.

Alaku

Miris rasanya, saat melihat warga yang sakit, harus di bopong menggunakan tandu seadanya dengan berjalan kaki demi mendapatkan perawatan medis dengan jarak tempuh yang sangat jauh.

Ini yang di alami warga Dusun Kadayang RT 3 Desa Haratai, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,(HSS) membuat warga disana merasa sedih, bagaimana tidak, sekelompok warga terpaksa harus membopong seorang warganya yang sedang sakit keras dengan berjalan kaki dengan mengarungi jalan berkerikil dan terjal sepanjang kurang lebih 16 kilometer. Rabu kemarin (30 November 2022) tepat pukul 15:00 WITA.

Usaha bersama yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi berangkat untuk mengantar warganya yang sedang sakit menuju mobil ambulans, dan rombongan warga pun baru bisa tiba di Loksado pukul 10.00 WITA.

Warga terpaksa melakukan hal tersebut lantaran sulitnya medan yang mereka jalani dari Loksado menuju Desa Haratai dan dusun tersebut hanya bisa di lalui dengan sebatas menggunakan sepeda motor roda dua.

Kepada awak media, Kepala Desa Haratai, Asto membenarkan hal tersebut, bahwa memang ada salah seorang warga nya yang sedang sakit di Dusun Kadayang RT 3.

Kepala desa juga menyebutkan, “nama warga nya itu Abil namanya dan beliau berusia sekitar 40 tahun,dia juga mendarita sakit rematik parah,” jelasnya.

Kini, warga nya itu sudah menerima perawatan di Rumah Sakit Umum Brigjend Hasan Basry Kandangan.

Kepada awak media,Asto sedikit menceritakan “Pagi tadi keluarga Abil bersama warga membopong Abil menggunakan tandu darurat seadanya yang terbuat dari bambu, empat orang memikul dan warga lainnya ada yang berjalan kaki dibelakang dan ada juga yang menggunakan sepeda motor roda dua, ” jelasnya menceritakan peristiwa itu.

Dalam kesempatan ini, Kepala desa Haratai, Asto juga berharap “kepada pemerintah daerah agar benar-benar lebih memperhatikan kesulitan warga yang tinggal di Pegunungan Meratus ini.” Tuturnya lagi. (00)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *