Banjarbaru, Darahjuang.online – Sejumlah Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluhkan keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk bulan Agustus 2026.
Biasanya, TPP yang menjadi salah satu tambahan penghasilan bagi ASN tersebut dibayarkan sekitar tanggal 20 setiap bulan. Namun, hingga Senin (28/9/2026), TPP bulan Agustus yang pencairannya dilakukan pada September 2026 belum diterima oleh para pendidik.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan seorang ASN yang berprofesi sebagai guru yang mengajar di salah satu sekolah Negeri di Banjarbaru. Ia meminta identitasnya tidak disebutkan karena khawatir keluhannya tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakloyalan terhadap pemerintah daerah.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran TPP kali ini menjadi perhatian karena selama ini pencairan tunjangan tersebut berjalan relatif lancar dan tidak pernah mengalami keterlambatan seperti yang terjadi pada September 2026.
“Sampai hari ini, kami pendidik di Banjarbaru belum menerima TPP atau tunjangan daerah bulan Agustus. Biasanya cair sekitar tanggal 20 setiap bulan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, bagi Guru keberadaan TPP cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keterlambatan pembayaran tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pegawai yang selama ini mengandalkan tambahan penghasilan tersebut.
“Kasihan kawan-kawan yang mengharap TPP, uang itu sangat berarti bagi mereka. Biasanya TPP itu cair sekitar tanggal 20 setiap bulan. Untuk bulan Agustus 2026, yang pencairannya di bulan September, sampai sekarang belum terlihat hilalnya,” tuturnya.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti minimnya informasi dari Pemerintah Kota Banjarbaru mengenai penyebab keterlambatan tersebut. Menurutnya, ASN membutuhkan kepastian, terutama apabila memang terdapat kendala administratif maupun persoalan lainnya dalam proses pencairan.
“Ini tidak ada informasi dari Pemko. Kawan-kawan takut juga menanyakan TPP yang terlambat ini. Kalau memang ada masalah, seharusnya diinformasikan kepada ASN, jangan hanya diam. Kami tidak tahu ada masalah apa sampai belum dicairkan,” imbuhnya.
Selain itu, ia berharap Pemerintah Kota Banjarbaru melalui instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab keterlambatan pembayaran TPP tersebut, sekaligus memastikan kapan hak para ASN akan dibayarkan.
“Biasanya lancar. Makanya perlu diklarifikasi kenapa sampai terlambat. Kalau dari ASN yang meminta informasi, kami takut dianggap tidak loyal. Padahal intinya kami hanya ingin tahu apa kendalanya,” pungkasnya.(14).


















